Sabtu, 31 Oktober 2020

Perihal Menahan Asal Goblek

Gue cukup beruntung pernah mendengar dosen gue mengemukakan pendapatnya soal kebebasan. Menurut dia, batas dari suatu kebebasan adalah kebebasan orang lain. Jadi, tidak ada kebebasan yang sebebas-bebasnya. Karena bila seseorang bebas sebebas-bebasnya, ada kecenderungan orang lain terlanggar kebebasannya sehingga orang tersebut tidak merasakan kebebasan yang sebebas-bebasnya.

Contoh? Mohon maaf, nih.

Terus, gue juga pernah dapat pelajaran perihal sopan santun dan intelektualitas.
Waktu itu ada dosen nunjuk ke arah gue untuk jawab suatu pertanyaan. Gue kurang yakin kalo gue yg ditunjuk. Lalu, sambil bercanda, gue nengok ke temen yg duduk di belakang dan bilang kalo dia ditanya si dosen. Si dosen pun negur gue dan bilang kalau itu ga sopan dan bukan sifat yg intelek.
Kalau pun emang bukan gue yg ditunjuk, semestinya gue ga ngelempar itu ke orang lain. Cukup bilang ga tau, nanti dia yang jawab atau akan lempar ke mahasiswa lain.

Menurut gue pelajaran yang kayak gitu sih yg berharga (selain ilmu atau mata kuliah yg diajarin yaa). Yang begitu-begitu agak sulit didapat dari buku. Karenanya gue lumayan seneng klo denger orang-orang yg lebih senior cerita pengalaman hidupnya. Suatu hal yang ga ada di buku manapun.