Minggu, 24 Maret 2019

Nyatanya

Ya, nyatanya gue ga namatin satu buku pun sampai dengan hari ini. Good Night Stories for Rebel Girl udah dibaca sama keponakan gue tanpa gue baca terlebih dulu (cuma baca sekilas-sekilas). Dan, postingan sebulan satu balik lagi jadi omong kosong.
Terus bagaimana menjaga konsistensi padahal cuma janji sama diri sendiri?
Gue kurang suka pertanyaan retorik. Tentu jawabannya adalah males dan general excuse jadi obat paling ampuhnya.

April nanti pemilu. Mungkin ini kali pertama gue bakal nyoblos semua calon yang ada di kertas suara. Padahal, sebelumnya gue selalu aktif perihal pemilu. Gue melihat pemilu sebagai kewajiban (bukan hak) sehingga sebagai warga negara, gue berkewajiban untuk turut serta. Ya, gue turut serta, sih. Tapi, sampai saat ini belum decide mau yang mana kecuali paslon nomor 10 yang fiktif. Ga, gue ga apatis dan berpikiran bahwa ga ngaruh siapa pun presidennya.

Nyatanya semua kembali ke diri sendiri karena orang lain cuma mau tau apa yang mereka mau tau.
Nyatanya tertidur adalah cara raga mengasihi jiwa.