Dua orang lagi masuk, total sekarang sepuluh orang. Dosen masuk, gw pun dapet fotokopian, dua orang yang baru masuk juga. Gw baca tu fotokopian sementara dosennya keluar ruangan, yang selanjutnya hanya memantau sesekali. Fotokopian berisi semacam kuisioner, atau survei, atau apalah namanya. Semacam tes psikologi atau apalah. Intinya buat mengetahui karakter diri. Ada pernyataan dan ada patokan nilai kesesuaian individu terhadap tiap pernyataan. Ya, sebelumnya dosen udah janjiin juga mo ngasih ni kuisioner.
Pengen rasanya nyalin jawaban temen ato ngisi asal-asalan, walopun ujung-ujungnya gw kerjain sendiri dengan cukup antusias. Terdiri dari empat lembar (satu muka/lembar), 35 pernyataan, tiap pernyataan diberi skor 1--5 (rendah--tinggi), dan jawaban/kesimpulan ada di lembar paling akhir. Gw ngisi dari awal, lompat satu-dua pernyataan, nanya-nanya temen atau dosen kalau ada soal yang kurang dimengerti hingga akhirnya semua pernyataan sudah diberi skor.
Di halaman paling akhir ada lima kategori. Withdrawing, forcing, shooting, compromising, dan confronting. Dosen pun memberitahu bahwa tiap kategori mewakili/diibaratkan hewan/binatang tertentu. Tiap orang menjumlahkan skornya dan diberitahu perlambangan hewan ---ada kura-kura (withdrawing), paus (forcing), beruang (shooting), serigala (compromising)--- serta penjelasannya dari Dosen. Dan, tibalah giliran gw. Berdasarkan jumlah, gw masuk kategori confronting. Gw mengira-ngira binatang apa yang masuk kategori ini, mulai dari naga, bison, banteng, badak, dan hewan-hewan keker lainnya (ga, sebenernya gw ga mikirin). Ternyata dosen mengibaratkannya dengan burung hantu. Begadang! Itu yang pertama muncul di kepala gw, karena yang gw tau burung hantu identik dengan malam. Dosen pun memberi tahu karakteristik khusus/tertentu dari confronting dan burung hantu (ya, begadang bukan hal yang dimaksudkan).
Sementara itu, gw kepikiran kebiasaan begadang gw yang entah mengapa mengalami perundingan yang lumayan alot dengan diri sendiri *alah*.