"Banyak hal terjadi setiap tahunnya. Kalau tidak banyak berarti kasihan ga ngapa-ngapain.
Dari sekian banyak hal, tentu ada yang digemari maupun yang tidak.
Salah satu yang gue tidak gemari adalah omong kosong. Ingin rasanya berargumentasi bebas sampai memecah tali silaturahim seperti rekan-rekan netizen lain. Tentu mereka berani begitu karena lupa manfaat tali silaturahim dan mungkin karena banyak kolega lain, jadi ilang separoh, tinggal separoh. Kalo gue, ilang separoh, ya abis.
Sayangnya, omong kosong tsb hamba temukan secara online. Sangat tidak masuk dalam kamus hamba berargumentasi di-sosmed. Rasanya kayak belum punya KTP. Tapi, bertatap muka pun langka.
Beberapa orang sangatlah berasa peduli akan segala sesuatu sehingga mungkin perlu pil apatis. Ya, bisa jadi yg dimaksud yaitu peduli dengan segala sesuatu yang ada sangkut paut dengan dirinya, etapi itu ndak baik bila kisanak apatis.. ckckck..
Ngga, sih. Sebenernya gue sensi aja sama orang apatis. Walopun, ya, dari sudut tertentu, orang mungkin melihat gue sebagai salah satunya. Mungkin sifat naluriah (efek ga mau ikut campur urusan orang), tapi eug berusaha tidak, kok.
Seperti halnya yg "denial" kalo aslinya introvert. Karena, yaa.. image introvert yg ada di dunia maya dan digembar-gemborkan "pengidap"-nya itu menurut eug kurang oke lah, ga cool, cendrung letoy.
Ada juga...,"
Ya, ini tulisan di notes, tepatnya 30 Des 2018. Tulisan ini ga jadi dipost waktu itu antara lain karena terkesan menggerutu. Gue berenti nulis setelah "ada juga..." karena kayaknya kalo diterusin tetep isinya ngegerutu.
Setelah gue baca ulang, gue mulai memahami apa yg gue pikirin waktu itu dan saat ini mungkin gue udah lebih punya kompromi ke diri sendiri.
Tapi, jadi "diri sendiri" itu ga challenging. Terutama kalau pingin jalanin beberapa role sekaligus. Mage + support misalnya.