Gue punya notes di handphone dengan judul "Desultory". Jadi, itu alasan kenapa tiba-tiba di sini jadi "Desultory 1.1". Kenapa 1.1? Karena kalimat terakhir di "Desultory" kayak gini.
"Ia duduk, menyaksikan besok yang membesar dan kemarin yg (terlihat) semakin kecil.
Semakin besar, ia lihat besok yg tak asing.
Ia duduk, beristirahat, mengetahui masih ada kanan."
Semakin besar, ia lihat besok yg tak asing.
Ia duduk, beristirahat, mengetahui masih ada kanan."
Beberapa waktu lalu, GnR konser di Indonesia. Gue ga nonton karena taunya telat (h-2) dan karena ga niat. Di sosmed, gue sempet liat postingan orang yang nonton. Yang nonton di festival bagian depan pada megang hape n ngerekam. Kadang gue keganggu sih sama hal yang kayak gitu, khususnya kalo yang ditonton band musik rock atau metal. Tapi, ya bisa jadi mereka perlu dokumentasi tsb buat kenang-kenangan. Mungkin satu-dua foto atau semenit-dua menit video aja ga cukup. Perlu full sepanjang lagu/konser.
Semoga aja ada band/artis yang salah satu syarat konsernya yaitu ga boleh ngerekam pas konser atau mereka kasih waktu buat foto-foto, sisanya hp disimpan (ya, band juga butuh eksis di sosmed kan).
Semoga aja ada band/artis yang salah satu syarat konsernya yaitu ga boleh ngerekam pas konser atau mereka kasih waktu buat foto-foto, sisanya hp disimpan (ya, band juga butuh eksis di sosmed kan).
Sebagai orang yang masih belum memahami maksud dan tujuan dari solo traveling, tiba-tiba aja gue kepikiran tentang jarak bintang dan waktu tempuh cahayanya sampai ke Bumi. Ya, gue pernah baca kalau itu perlu sekian tahun cahaya dan berarti cahaya bintang yg gue liat sekarang adalah cahaya sekian tahun cahaya yang lalu.
Ah, niat nulis gue ilang.