"Close your eyes and begin to relax."
Yeah..
Kali ini saatnya membahas mimpi..

Kemarin malam gw sempet mimpi. Mimpi dengan genre yang sangat jarang ato bahkan belom pernah sejelas ini gw mimpiin. Fiksi ilmiah aka science fiction.
Yaa.. gw jarang bener dikasi liat mimpi yang begitu heboh dengan efek2 visual yang dapat memacu adrenalin. Biasa'a cuma mimpi tentang komputer ato mimpi "aktivitas pagi hari" yang kalo dimimpiin bisa bikin telat kuliah pagi (soal'a berasa kaya lagi siap2 berangkat kuliah ==").
Okeh.. begini mimpi'a..

Pada suatu ketika di masa yang akan datang, dunia dikuasai oleh seorang pemimpin zalim yang mengontrol dunia sesuai dengan kemauan'a. Ia membuat suatu gerakan "dominasi robot" di mana eksistensi manusia digantikan peran'a oleh robot2, cyborg, dan android. Ya, human-android.
Di masa itu android2 mendiami kota dan menjalankan segala aktivitas'a. Sudah tidak ada lagi manusia di kota (kecuali profesor2 bawahan sang penguasa), kota dijaga ketat oleh robot2 tempur (cyborg) yang diperintah oleh si penguasa zalim.
Manusia mendiami lokasi2 kecil dan terasing di bumi, menetap dan terpisah dalam kelompok2 kecil. Mengasingkan diri dan bersembunyi dari serangan2 robot tempur sang penguasa.
Dan, tibalah saat'a, manusia2 dari beberapa kelompok tersebut mengadakan suatu pertemuan dan berencana untuk menyerang penguasa zalim. Gw berada dalam kelompok itu.

Langit merah kelam bagai sisik naga api kala itu (alah

Peretempuran pun dimulai.

Pertarungan kian sengit. Korban banyak berjatuhan dari kubu manusia karena ternyata jumlah robot tempur sangat banyak dan mereka terbuat dari bahan berkualitas tinggi.
Tapi, para manusia belum menyerah. Mereka terus menyerang, keluar-masuk hutan, menyerang berkelompok, terderi dari tim-tim, berusaha merobohkon satu-dua robot yang bisa mereka hancurkan.
Saat itu gw lagi sengit bertarung berdua dengan partner yang burem2 penampakan'a di mimpi
"Lari.... berpencarr...." teriak suara dari kejauhan. Cyborg2 terlalu kuat dan menang jumlah sehingga membuat kami mundur. Gw, yang entah mengapa, malah kabur masuk ke dalam kota ketimbang lari ke dalam hutan =='.
Kota rame bak terminal pulo gadung dengan banyak android2 berjalan kaki dijalanan. gw lari kesana-kemari. Para android tidak seekstrim cyborg yang maen serang aja, mereka malah ngetawa2in gw bak bgeliat suatu yg aneh..
"Manusiaa.. Manusiaa.. hahahaha..," begitu teriak kerumunan orang =='
Gw terus lari dan akhir'a masuk ke dalam rumah yang nampak sepi.
Buka pintu, ngelewatin lorong, gw pun naik ke lantai dua. Sebuah pintu terbuka di lantai dua. Di dalam'a ada android
Dari balik pintu gw denger dia sedang membaca buku dan bergumam2 tentang apa yang dia baca. Seperti'a dia sedang berpikir tentang hak2 manusia, eksistensi mereka, dan keadilan bagi mereka (SMP-SMA mah mikirin maen biasa'a
Gw pun masuk ke dalam.
Lalu si android muda memberi gw tempat bersembunyi hingga keadaan aman sembari dia mencari cara untuk menolong manusia menggulingkan sang penguasa. Gw dikasi tempat ngumpet di gudang sempit nan gelap (alah
). Sang android muda pun pergi keluar rumah'a.
Ga berapa lama kemudian, datanglah android yang terlihat lebih tua (kaya'a bokap si android muda yang tadi ==), dan seperti'a ia menyadari ada yang aneh.
"Ahh.. Gw ketauan!" pikir gw. =='
Ya, gw pun nampak'a ketauan. Tu android tua ngeliat kaki gw
. Dy pun masukin selang melalui selah pintu lalu mengalirkan air ke dalam gudang, berusaha menuhin gudang pake air. Air mulai menyentuh kaki gw. Seketika itu (alah
) ingatan gw flashback ke saat2 berperang bersama temen2 se-tim melawan cyborg2 berkualitas tinggi.

Lalu si android muda memberi gw tempat bersembunyi hingga keadaan aman sembari dia mencari cara untuk menolong manusia menggulingkan sang penguasa. Gw dikasi tempat ngumpet di gudang sempit nan gelap (alah
Ga berapa lama kemudian, datanglah android yang terlihat lebih tua (kaya'a bokap si android muda yang tadi ==), dan seperti'a ia menyadari ada yang aneh.
"Ahh.. Gw ketauan!" pikir gw. =='
Ya, gw pun nampak'a ketauan. Tu android tua ngeliat kaki gw
Langit kembali merah bak jilatan api matahari (alah
).
"Jeduar... Jeduarrr!!!!"
"Brakk! Dass! Bhuofff!!"
"Wooaaa..aaa...aa.."
Suasana perang tergambar secara slow-motion di pala gw saat itu.
Jduar!! Jduarr!! suasana perang yg heboh, "Lennn!!" terdengar suara dari kejauhan.
Gw: "Haa?"
Duarrr!!! Duerrr!! "Serangggg!!!" teriak dari kejauhan.
Gw: "Uwoooo"
"Jeduarrr!!"
"Duashhh! Darr!! Darrr!! Bhuofff!!!"
"Lin.."
"Duarr!!"
"Lin.." suara'a semakin dekat.
"Jedarr!""
"Linnn.. heyy.." semakin jelas.
"Duaarrr!!!"
"Lin.. Bangun kamu, telat nanti saur."
Gw: "Eh?"
Bokap: "Ayo cepat. Udah jam 4. Telat nanti. Ayoo." (sambil nyalain lampu terus jalan ke meja makan)
Gw:




"If at any time you need to come back, all you must to do is open your eyes." Dream Theater - Regression
"Brakk! Dass! Bhuofff!!"
"Wooaaa..aaa...aa.."
Suasana perang tergambar secara slow-motion di pala gw saat itu.
Jduar!! Jduarr!! suasana perang yg heboh, "Lennn!!" terdengar suara dari kejauhan.
Gw: "Haa?"
Duarrr!!! Duerrr!! "Serangggg!!!" teriak dari kejauhan.
Gw: "Uwoooo"
"Jeduarrr!!"
"Duashhh! Darr!! Darrr!! Bhuofff!!!"
"Lin.."
"Duarr!!"
"Lin.." suara'a semakin dekat.
"Jedarr!""
"Linnn.. heyy.." semakin jelas.
"Duaarrr!!!"
"Lin.. Bangun kamu, telat nanti saur."
Gw: "Eh?"
Bokap: "Ayo cepat. Udah jam 4. Telat nanti. Ayoo." (sambil nyalain lampu terus jalan ke meja makan)
Gw:
"If at any time you need to come back, all you must to do is open your eyes." Dream Theater - Regression